INFO TANAMAN KARET
KARAKTERISTIK
DARI POTENSI HASIL SUMBER DAYA HUTAN KARET (Hevea
brasiliensis)
Dosen
Penanggung Jawab:
Agus
Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh:
Surya
Pradana Lesmana
171201217
Budidya Hutan 5
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Berkat rahmatnya penulis masih diberikan karunia berupa kesehatan dan
kesempatan kepada penulis hingga saat ini sehingga penulis masih dapat
menyelesaikan paper Penilaian Hutan ini tepat pada waktunya.
Paper Penilaian Hutan yang berjudul “Karakteristik
Dari Potensi Hasil Hutan Karet (hevea brasiliensis)” merupakan
tugas mata kuliah Penilaian Hutan, Departemen
Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis megucapkan terima kasih
kepada semua pihak, terutama kepada dosen pembimbing Agus Purwoko, S.Hut.,
M.Si. yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan
penulis.
Penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dari laporan ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya,
mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu penulis
memohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Medan, Oktober 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karet adalah tanaman perkebunan tahunan
berupa pohon batang lurus. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Brasil,
Amerika Selatan, namun setelah percobaan berkali-kali oleh Henry Wickham, pohon
ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini
banyak dikembangkan sehingga sampai sekarang Asia merupakan sumber karet alami.
Di Indonesia, Malaysia dan Singapura tanaman karet mulai dicoba dibudidayakan
pada tahun 1876. Tanaman karet pertama di Indonesia ditanam di Kebun Raya
Bogor. Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia, namun saat ini posisi
Indonesia didesak oleh dua negara tetangga Malaysia dan Thailand. Lebih dari setengah
karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton
karet alami masih diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting
bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer.
Pohon karet adalah salah satu komoditas terkenal dari
Indonesia. Daerah yang paling banyak memiliki lahan untuk penanaman pohon karet
adalah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Riau dan berbagai kawasan di luar
pulau Jawa. Pohon karet akan ditanam dalam perkebunan dengan sistem tanam yang
baik. Pohon karet bisa tumbuh hingga selama lebih dari 100 tahun dan bisa
tumbuh mencapai ukuran ketinggian antara 30 hingga 40 meter. Tanaman ini
membutuhkan tanah yang padat dan subur untuk menghasilkan getah atau lateks.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
taksonomi/morfologi Hevea brasiliensis?
2. Bagaimana
potensi hasil dari Tanaman karet ?
3. Apa manfaat ekonomi Hevea brasiliensis?
BAB II
ISI
1. Taksonomi/morfologi Pohon Karet
Tanaman karet
merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia.
Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks).
Pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Produk dari penggumpalan lateks
selanjutnya diolah untuk menghasilkan lembaran karet (sheet), bongkahan
(kotak), atau karet remah (crumb rubber) yang merupakan bahan baku industri
karet. Ekspor karet dari Indonesia dalam berbagai bentuk, yaitu dalam bentuk
bahan baku industri (sheet, crumb rubber, SIR) dan produk turunannya seperti
ban, komponen, dan sebagainya.
Klasifikasi botani tanaman karet adalah sebagai
berikut:
Divisi :
Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis
Tanaman karet dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri morfologi
yang dimiliki, yaitu:
a.
Morfologi batang
Batang umumnya bulat atau silindris yang tumbuh lurus dengan
percabangan di bagian atas. Batang
mengandung getah atau lateks. Karet yang
dibudidayakan umumnya memiliki ketinggian antara 10 – 20 m.
b.
Morfologi daun
Daun karet berupa daun trifoliata dan berwarna hijau. Anak daun berbentuk elips dengan bagian ujung
runcing. Tangkai daun panjang dengan
serat daun yang tampak jelas dan kasar.
c.
Morfologi Bunga
Bunga karet merupakan bunga monoecious. Bunganya muncul dari ketiak daun (Axillary),
individu bunga bertangkai pendek dengan bunga betina terletak di ujung. Proporsi bunga jantan lebih banyak di
bandingkan bunga betina.
d.
Morfologi Buah dan Biji
Buah umumnya memiliki tiga buah ruang bakal biji. Buah yang sudah masak akan pecah dengan
sendirinya. Biji berwarna coklat kehitaman dengan pola bercak-bercak yang
khas. Tanaman dewasa dapat menghasilkan
sekitar 2.000 biji per tahun.
2. Manfaat ekonomi dan lingkungan
dari pohon karet
Pohon karet memberikan manfaat dalam kehidupan, berikut ini
adalah beberapa diantaranya :
1. Menyumbang Bahan Karet
Bahan
karet menjadi salah satu bahan yang paling banyak dibutuhkan untuk industri dan
menjadi berbagai jenis produk. Karet akan diolah dari bahan mentah berupa getah
dari pohon karet menjadi produk dengan melibatkan proses tertentu. Bahan-bahan
yang dihasilkan dari getah pohon karet bisa menjadi produk utama, produk
sampingan dan limbah yang masih bisa dimanfaatkan. Produk yang paling mudah
dikenal antara lain adalah ban kendaraan, produk industri rumah tangga,
perlengkapan olahraga dan berbagai jenis produk lain.
2. Mengurangi Emisi Rumah Kaca
Perkebunan
karet yang hijau memberikan dampak yang sangat baik untuk lingkungan. Pohon
karet bisa menyerap gas buangan dan menghasilkan oksigen untuk manusia. Selain
itu, pohon karet bisa menyerap gas karbon dioksida yang penting untuk mengatasi
semua jenis efek emisi rumah kaca seperti pemanasan global dan kerusakan
lingkungan.
3. Mendukung Kinerja Industri Sintetis
Industri
sintetis menjadi bahan yang tidak mungkin ditinggakkan oleh manusia.
Bahan-bahan sintetis telah mempermudah pekerjaan manusia di berbagai bidang
termasuk transportasi, kesehatan, perkakas dan semua jenis industri yang
membutuhkan bahan karet. Karet yang dihasilkan dari pohon karet telah
memberikan hasil yang sangat besar untuk manusia termasuk menyedikan sarana
ekonomi global dan internasional.
4. Pohon Karet Membuka Lapangan Kerja
Banyak
orang yang bergantung secara ekonomi dari pohon karet. Hal ini dimulai dari
pemilik perkebunan yang menghasilkan karet, orang-orang yang bekerja untuk
industri karet dan semua jenis pekerjaan yang membutuhkan karet. Karet dipakai
untuk industri pembuatan ban, katup mesin dan produk lain. Jadi pohon karet
telah menyumbangkan manfaat ekonomi yang sangat besar dan berantai dari
beberapa jenis industri.
5. Pohon Karet untuk Industri Mebel
Manfaat
pohon karet juga digunakan sebagai bahan untuk membuat mebel atau perangkat
kontruksi rumah. Kayu karet memiliki sifat keras, bersih, awet dan mudah untuk
dibentuk. Karena itulah pohon karet juga bisa dibentuk menjadi berbagai jenis
mebel seperti untuk meja, kursi, meja dapur dan berbagai jenis produk lain.
6. Pohon Karet Meningkatkan Fungsi Sosial
Secara
umum penanaman pohon karet membutuhkan lahan yang luas dengan beberapa
pengaturan blok lahan yang teratur. Karena itulah lahan pohon karet sering
dipilih pada wilayah tertentu untuk meningkatkan pemerataan penduduk. Dengan
cara seperti ini maka perkebunan pohon karet telah meningkatkan fungsi sosial
dengan cara yang sangat baik.
7. Membuka Lapangan Pekerjaan
Pemeliharaan
pohon karet membutuhkan banyak perawatan. Bahkan penyadapan membutuhkan
perawatan yang sangat rutin. Jadi, pohon karet telah membuka lapangan pekerjaan
dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Banyak orang-orang yang sangat bergantung
pada tanaman pohon karet mulai dari bagian perawatan, industri pengolahan
hingga semua produk yang menggunakan karet.
8. Membantu Pemanfaatan Lahan
Pohon
karet biasanya membutuhkan lahan yang luas. Banyak lahan di beberapa negara
yang tidak terpakai dan bisa digunakan untuk membuka lahan perkebunan. Hal ini
ternyata sangat baik untuk mengembangkan pemanfaatan lahan yang masih kosong
menjadi lahan perkebunan karet. Perkebunan karet juga akan meningkatkan ekonomi
masyarakat yang mau bekerja untuk memelihara pohon karet.
9. Meningkatkan Kerjasama Ekonomi Internasional
Tidak
semua negara memiliki lahan untuk ditanami pohon karet, karena itulah negara
yang memiliki lahan luas untuk penanaman karet berperan besar dalam menjalin kerjasama.
Kerjasama ekonomi bisa dilakukan untuk mengembangkan industri karet murni dan
produk jadi. Jadi secara umum kerjasama ini akan meningkatkan kemajuan ekonomi
antara negara, baik untuk negara maju maupun negara berkembang.
10. Menjaga Iklim Lingkungan
Pohon
karet menyumbang efek yang sangat baik untuk lingkungan. Manfaat pohon karet
meningkatkan produksi oksigen yang sangat baik untuk manusia. Selain itu pohon
karet juga sangat baik untuk mencegah asap dan polusi udara yang buruk untuk
kesehatan manusia. Bahkan perkebunan karet bisa mengatasi banjir, tanah longsor
dan semua jenis masalah lingkungan karena kondisi tanah yang tidak stabil.
11. Produk Obat-obatan
Biji
karet mengandung berbagai jenis senyawa dan nutrisi seperti lemak, air, protein
dan senyawa lain. Selain itu biji karet juga mengandung beberapa jenis bahan
seperti tiamin, asam nikotinat, akroten, tokoferol yang bisa digunakan untuk
campuran bahan obat-obatan dan produk makanan. Semua bahan ini biasanya sudah
di olah dengan proses yang higienis sehingga bisa digunakan secara aman.
DAFTAR PUSTAKA
Aidi dan Daslin, 1995. Pengelolaan Bahan Tanam
Karet. Pusat Penelitian Karet. Balai Penelitian
Sembawa. Palembang.
Anwar, C. 2006. Manajemen Dan Teknologi
Budidaya Karet. Pusat Penelitian Karet Sei Putih.
http:// www.ipard.com/ art_ perkebun/. [16
Oktober 2019].
Bahri. 2006. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan
Tahunan. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta


Menurut saya ini pemanfaatan sumberdaya ekonomi karet sudah umum yah, saran saya Gan lebih inovatif lagi dalam mencari jenis HHNK yang baru dan dibuatkan blog seperti ini. Oke ditunggu karya blog selanjutnya gan.
BalasHapusSudah bagus, untuk kesalahan dalam pengetikan pun sedikit. Lanjutkan author
BalasHapusThx admin
BalasHapusMasuk di akal
BalasHapusArtikel nya sudh bgs, namun msh perlu kajian yg lbh dlm mengenai dan jelas mengenai karet. Thankyou thor
BalasHapusArtikel nya sudh bgs, namun msh perlu kajian yg lbh dlm mengenai dan jelas mengenai karet. Thankyou thor
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSangatt bermanfaat 👌
BalasHapusGood
BalasHapusSangat membantu
BalasHapus